Godsent, akhir2 ini gw denger kata cliche ini dimana-mana and it's always banged up my head, smp pada akhirnya i'm sick of this word, penggambaran sesuatu yang berlebihan dari banyak orang yang memandang persoalan hidup cm seputar kehidupan percintaan dan how to be an escape artist from life, ternyata penggambaran gw mengenai kata-kata itu salah. Godsent bisa dalam bentuk apa aja, bahkan dari kejadian (yang sepertinya gw ga pernah dapet hikmahnya dari dulu smp sekarang, selain kejadian yang sama, kejadian tolol ini terjadi 2 kali), udah seminggu ini gw udah kayak orang autis, ngomong sendiri, nyanyi2, dan perilaku ga jelas lainnya. Godsent buat gw adalah semuanya, setiap langkah gw, bahkan kegiatan gw buat mengawali hari. For real, untuk konkritnya adalah orang yang dtg dikehidupan lo dan mempunyai experience yang sama dan dia bener2 tau apa yg lo rasain pada saat itu, tidak melulu soal cinta lo yang kandas dengan tragisnya, tapi persoalan fundamental yang bisa bikin elo mengidap anorexia dan halusinasi berkepanjangan. Iya, pada saat itu mereka ada disitu, mereka adalah temen2 lo yang bener2 ada pada saat tersulit dan membuat elo pengen bunuh diri, they were there all the time. Itu adalah orang2 yang bisa lo hormatin dan ga akan pergi ketika lo butuhin, itu adalah arti temen yg sebenarnya. At the end of the day, lo akan dikasih liat sama Tuhan bahwa orang2 tersebut emang diciptakan buat lo.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Remember, if you ever need a helping hand, it's at the end of your arm, as you get older, remember you have another hand: The first is to help yourself, the second is to help others. Audrey Hepburn
1 comment:
No doubt..
You're also my Godsent..
Thanks for being there for me when im so down with my situation.
Love u so much utie :)
Post a Comment